Berantas Stunting, Polres Musi Rawas dan Bhayangkari Cabang Mura Gelar Penyuluhan Kesehatan 

Mataelangnusantara || MUSI RAWAS-Bertepatan dengan rangkaian peringatan, Hari Ulang Tahun (HUT), Bhayangkara Ke-78, yang jatuh pada, Sabtu, 1 Juli 2024, mendatang, berbagai macam kegiatan sosial dilakukan personel Polri (Bhayangkara).

 

Seperti yang dilaksanakan oleh, Polres Musi Rawas (Mura), bersama Dokkes Polres Mura dan Bhayangkari Cabang Mura, menggelar penyuluhan kesehatan dalam rangka Berantas Stunting dan Peran Aktif Polri Dalam Pemberantasan Stunting, di Gedung Atmani Wedhana, Mapolres Mura, sekitar pukul 08.30 WIB, Jumat (17/5/2024)

Kegiatan sosial tersebut dibuka langsung, Kapolres Mura, AKBP Andi Supriadi SH, SIK, MH, Pj Sidokkes Polres Mura, dr. H. Victor Andrianto. MM, Kasi Dokkes Polres Mura, Zarmis Sumarni.

 

Selain itu, hadir juga narasumber, dr. Hj. Siti Rahayu, MM., SPOG, beserta sekitar 55 peserta meliputi, para Bhabinkamtibmas, K

Kepengurusan Bhayangkari Mura, Polwan dan anggota staf Polres Mura.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Mura, AKBP Andi Supriadi SH, SIK, MH, menyampaikan arahannya, Polres Mura, bersama Dokkes Polres Mura dan Bhayangkari Cabang Mura, menggelar penyuluhan kesehatan dalam rangka Berantas Stunting dan Peran Aktif Polri Dalam Pemberantasan Stunting.

 

“Kegiatan ini sengaja dilakukan dalam rangkaian peringatan HUT, Bhayangkara Ke-78, yang jatuh pada, Sabtu, 1 Juli 2024, mendatang,” kata Kapolres

Kapolres menjelaskan, selain itu kegiatan ini tidak lain bertujuan untuk memberantas stunting, sekaligus menggalakkan peran aktif Polri (Polres Mura), khususnya Bhabinkamtibmas disetiap polsek jajaran dalam pemberantasan stunting.

Untuk, diketahui berdasarkan data yang didapatkan bahwa angka stunting di Kabupaten Mura, sudah mengalami penurunan ditahun 2022, diperoleh data 25,05, kini ditahun 2023, mengalami penurunan menjadi 21,9.

 

“Tentunya penurunan ini berkat kerjasama lintas sektoral termasuk, Polri, maka dari itu ditahun 2024, semoga angka stunting kembali turun. Namun kembali lagi memerlukan kerja keras dari seluruh lintas sektor termasuk kepolisian dalam hal ini Bhabinkamtibmas,” jelas suami Ny Meita Andi ini.

 

Kapolres menambahkan, namun perlu kita ketahui, bahwa terjadinya permasalahan stunting, bukan hanya lantaran asupan gizi kepada anak-anak maupun balita.

 

Namun semua itu, tidak terlepas dari pola hidup sehat, seperti tidak merokok, memiliki jamban sehat serta pasokan air yang bersih dan lain-lain.

 

“Semoga dengan dilaksanakannya penyuluhan ini, dan kedepannya ada koordinasi bersama pemerintah daerah, sehingga untuk di tahun 2024, kasus stunting di Kabupaten Musi Rawas, benar-benar tidak ada ataupun tidak ditemukan,” harapnya. ( nandha)

Tinggalkan Balasan