Curi 30 Baterai Motor Listrik, 2 Pegawai Toko Diringkus Satreskrim Polresta Malang Kota 

Caption : Gelar konferensi Pers pencurian Baterai motor listrik yang juga hadirkan kedua pelaku.

 

MALANG JATIM | mataelangnusantara.com – Semakin banyaknya masyarakat yang gunakan kendaraan listrik, membuat FA dan A gelap mata. Kedua pegawai toko di Jl. Letjend. Sutoyo yang menjual motor listrik beserta sparepart tersebut mencuri 30 Pcs baterai motor listrik ditempat kerjanya. Selasa (07/05/2024)

 

Dari keterangan yang disampaikan oleh Kasi Humas Ipda. Yudi Rusdianto dan Kanitreskrim Polresta Malang Kota Ipda. Andik dalam konferensi Pers yang dilangsungkan dalam ruangan Satreskrim membenarkan prihal penangkapan terhadap 2 pelaku pencurian Baterai motor listrik.

 

Menurut Ipda. Yudi Rusdianto menyebutkan dari pengakuan kedua pelaku, mereka telah mencuri sebanyak 30 pcs baterai motor listrik dari tempat kerjanya.

 

” Aksi pencurian ini terbongkar saat pihak toko Mitra Sejati melakukan pengecekan dan audit barang dagangan, diketahui adanya ketidakcocokan antara data baterai yang tertulis dengan stok yang ada “.

 

Kasi Humas juga menyampaikan bahwa setelah ada kejanggalan dari hasil audit, pihak toko kemudian membuat laporan ke Satreskrim Polresta Malang Kota.

 

” Setelah ditindaklanjuti,, pada Sabtu (04/05/2024) jajaran Satreskrim menangkap FA yang juga merupakan kepala gudang di toko tersebut. Dari pengembangan, kemudian petugas juga mengamankan A selaku sopir di toko tersebut “. Ungkapnya.

 

Sementara itu, Kanitreskrim Polresta Malang Kota Ipda. Andik juga menerangkan bahwa dari pengakuan pihak toko mengalami kerugian sebesar 150 juta

 

” Pihak toko mengaku rugi 150 juta, itu didapat dari hasil audit. Namun dari pengakuan sementara kedua pelaku, mereka hanya mencuri 30 Pcs baterai saja. Untuk kerugian yang disebutkan pihak toko, nantinya akan kita dalami “.

 

Ipda. Andik juga mengatakan bahwa pelaku menjual baterai hasil pencurian tersebut dengan harga Rp. 900.000,00/Box, untuk satu box berisi 4 sampai 5 pcs.

 

” Kedua pelaku menjual baterai ini ke perorangan, hingga saat ini kami terus mengorek dan menggali keterangan dari kedua pelaku ini “. Terangnya.

 

Selanjutnya untuk kedua pelaku akan dijerat Pasal 374 KUHP dan atau Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Junaedi)

Tinggalkan Balasan