Flash Mob Ratusan Santri Perempuan Warnai Gelar Aksi Bela Palestina Di Kota Malang 

Caption : Tampak ratusan santri Perempuan saat melakukan Flash Mob dalam gelar Aksi Bela Palestina di Kota Malang.

 

MALANG JATIM | mataelangnusantara.com – Genocide Israel Ke Palestina telah berlangsung selama tiga bulan lebih. Guna terus menekan agar konflik perang tersebut dihentikan, ratusan orang di Kota Malang kembali gelar aksi turun kejalan yang bertajuk Aksi Bela Palestina ” Cinta Indonesia Untuk Palestina”. Sabtu (13/01/2024)

 

Dari keterangan yang disampaikan oleh Mohammad Taufik Setiawan selaku sekretaris Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Malang. Aksi ini adalah untuk peringati 100 hari Genocide Israel Ke Palestina.

 

” Aksi ini tidak hanya di lakukan di Kota Malang saja, ada 100 ibukota Negara serta 100 Kota di Indonesia yang juga gelar aksi Bela Palestina ini “.

Selain itu Taufik juga menegaskan aksi ini adalah juga seruan pihaknya untuk menyeret dan mengadili Israel ke Pengadilan Internasional, karena Israel telah melakukan kejahatan kemanusiaan. Dimana dalam 100 hari ini Israel telah membunuh 23.000 warga sipil Palestina.

 

” Ribuan warga mulai dari balita, anak-anak hingga lansia yang menjadi korban kekejaman zionis Israel “. Ungkapnya.

 

Taufik juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh negara Afrika Selatan dan menteri luar negeri Indonesia yang telah dengan tegas menentang Genocide Israel.

 

” Kami mengapresiasi inisiatif negara Afrika Selatan yang menginginkan Israel diseret ke pengadilan Internasional. Dan terimakasih kepada ibu menteri luar negeri Indonesia yang sudah memperjuangkan kemerdekaan Palestina di Majelis Internasional (PBB) “.

 

Gelaran Aksi Bela Palestina ini juga di semarakkan dengan Flas mob ratusan santri Perempuan yang membawa bendera Indonesia dan Palestina mengelilingi bundaran Tugu Kota Malang.

 

Selain IKADI Kota Malang, aksi ini juga didukung oleh PA 212, KNRP, dan tokoh-tokoh yang peduli dengan Palestina.

 

Taufik juga menyerukan kepada seluruh warga negara Indonesia untuk turut menyuarakan kemerdekaan Palestina.

 

” Tidak harus beragama Islam untuk mendukung Palestina merdeka, hanya butuh rasa kemanusiaan untuk dapat hentikan penjajahan yang dilakukan oleh zionis Israel kepada Palestina”. Pungkasnya. (Junaedi)

Tinggalkan Balasan