Kasus Mutilasi Di Kota Malang Ternyata Sudah Direncanakan Pelaku

Caption : Pers rilis kasus pembunuhan dan mutilasi oleh Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol. Danang Yudanto, S.H.

 

MALANG JATIM | mataelangnusantara.com – Pasca melakukan olah TKP dan berdasarkan keterangan dari saksi serta pengakuan JM (61Th), Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol. Danang Yudanto, S.H membeberkan fakta-fakta dalam kasus yang menggegerkan di penghujung tahun 2024 tersebut. Rabu (03/01/2024)

 

Kompol. Danang Yudanto dalam keterangannya saat Konferensi Pers yang dilangsungkan di halaman Polresta Malang Kota mengatakan bahwa Pelaku JM mengakui dalam menghabisi dan memutilasi Ni Made Sutarini (55Th) yang tak lain istrinya tersebut dilakukan dalam kondisi sadar.

 

” Hal tersebut dikuatkan dari hasil tes kejiwaan oleh Psikolog, hasilnya JM tidak alami gangguan kejiwaan. Dan JM melakukan perbuatan keji terhadap istrinya dilakukan dalam kondisi sadar “. Ungkapnya.

 

Kompol. Danang juga menyampaikan untuk motif dari pembunuhan dan mutilasi ini adalah karena JM merasa jengkel terhadap istrinya karena sudah meninggalkan dirinya dan rumah sejak 5 Juli 2023.

 

” Sebetulnya pada 28 Desember 2023 pelaku mendatangi korban di tempat kerjanya dusebuah Koperasi di Jl. Raden Intan Kecamatan Blimbing Kota Malang, namun korban saat itu tidak berada ditempat “.

 

Mantan Kapolsek Blimbing ini juga menerangkan, pada 30 Desember 2023 JM mendapatkan informasi bahwa istrinya sedang berada di sebuah acara yang berlokasi di Taman Krida Budaya Kecamatan Lowokwaru.

 

” Setelah mendapatkan informasi tersebut, JM langsung menuju tempat tersebut dan berhasil membujuk istrinya untuk pulang kerumah. Setelah berada dirumah, kedua pasangan suami istri tersebut terlibat cekcok. Dalam pertengkaran tersebut JM memukul istrinya sehingga jatuh dan kepala korban terbentur “.

 

Masih dalam keterangannya Kompol. Danang menyebutkan mendapati istrinya terjatuh, pelaku mencekik leher korban dan kemudian memutilasi korban hingga menjadi 10 bagian dengan pisau besar yang ternyata telah dipersiapkan sebelumnya oleh pelaku.

 

” Potongan bagian tubuh Ni Made Sutarini kemudian dimasukkan kedalam beberapa kantong plastik yang juga telah dipersiapkan. Setelah itu potongan tubuh itu dimasukkan ke dalam sebuah ember, hal tersebut diduga untuk menyembunyikan kekejian pelaku “. Pungkasnya.

 

Dalam kasus ini pelaku JM dijerat Pasal 351 (ayat 3) subsider Pasal 338, Pasal 340 subsider Pasal 44 ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghentian atau Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup arau hukuman mati. (Junaedi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *