Masyarakat keluhkan Jembatan Way Sekampung Terpanjang di Pringsewu Gelap Gulita

Pringsewu : Warga Pekon Pasir Ukir, Lugusari dan Fajar Baru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu mengeluhkan gelap gulitanya jembatan Way Sekampung penghubung antara Kecamatan Pagelaran dan Pagelaran Utara.

 

Pasalnya, jembatan yang diklaim terpanjang dan membentang di sungai Way Sekampung di Kabupaten berjuluk Bumi Jejama Secancanan ini tidak ada sama sekali lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).

 

Diketahui, dua bulan semenjak diresmikan, lampu PJU di jembatan tersebut padam. Sehingga membuat suasana di jembatan tersebut menjadi gelap dan rawan aksi kejahatan. Padahal jembatan ini menjadi akses penting para pengguna jalan dari Kecamatan Pagelaran menuju Kecamatan Pagelaran Utara.

 

Akibatnya, kondisi gelap gulita yang sudah berlangsung relatif lama tersebut membuat warga sekitar dan yang melintasi jembatan ini merasa resah.

 

“Sudah cukup lama sih matinya,” ujar masyarakat seorang warga Pasir Ukir, Lugsari dan Fajar Baru kepada awak media, Rabu (8/05/2024)

 

Masyarakat juga menerangkan, jembatan terpanjang yang berada di Pekon Fajar Baru pada awal diresmikan memiliki penerangan yang maksimal tetapi sudah berapa bulan ini menjadi angker.

 

“Waktu awal-awal lampu penerangan jalan menyala semua. Tapi sekarang nggak ada yang nyala,” terangnya, kepada awak media

 

Sementara itu, Bendahara DPC PPWI Pringsewu Zainal Abidin saat dijumpai di kantor Sekretariat PPWI mengatakan bahwa, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat khususnya masyarakat Lugusari,Pasir Ukir,menuju Pekon Fajar baru,kecamatan Pagelaran Utara untuk berbagai aktivitas,usaha mereka siang dan malam.

 

Dia juga mengungkapkan, masyarakat pengguna akses jembatan Way Sekampung tidak hanya pada pagi atau siang hari saja. Akan tetapi juga saat malam hari. Sehingga pihaknya khawatir jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan saat melintasi jembatan tersebut.

 

Awak media meminta tanggapan tentang gelapanya lampu penerangan kepada Bapak Agung selaku petugas di Dinas PU beliau menjelaskan bahwa “sepertinya itu pekerjaan Dinas Perhubungan pak,coba komunikasikan dulu ke Dinas Perhubungan “”ujarnya.

 

Penjelasan Petugas Dinas Perhubungan Bapak Turyanto saat dihubungi melalui sambungan telepon beliau menjelaskan bahwa ” Lampu tersebut belum diserahterimakan Dari Dinas PU ke PEMDA setempat, dan juga belum diserah terimakan ke kami Dinas Perhubungan.Intinya dari Dishub belum pernah tau ada lampu tersebut” jelasnya”.

 

Harapan masyarakat Kecamatan Pagelaran meminta kepada Bapak PJ Bupati agar mendengarkan keluh kesah mereka, supaya jembatan Fajar Baru dapat segera ditindak lanjuti dan lampu Jalan segera normal kembali. Karena jembatan tersebut menjadi tempat melintas mereka untuk mencari rejeki dan aktivitas lain siang maupun malam hari “ungkap mereka.

 

( Mus )

Tinggalkan Balasan