Satreskrim Polresta Malang Kota Dalami Temuan Potongan Kepala Di Sawojajar 

Caption : Kasi Humas Ipda. Yudi Rusdiyanto (kanan) saat dampingi Wakasatreskrim AKP. Noor Wasis dalam Konferensi Pers Temuan Potongan Tubuh.

 

MALANG JATIM | mataelangnusantara.com – Kota Malang kembali digemparkan oleh temuan potongan tubuh manusia, kali ini temuan tersebut berada di wilayah Kecamatan Kedungkandang. Temuan tersebut saat ini masih didalami oleh Satreskrim Polresta Malang Kota. Jum’at (05/05/2023)

 

Dari keterangan dalam Konferensi Pers yang di pimpin oleh Wakasatreskrim Polresta Malang Kota AKP. Noor Wasis temuan potongan tubuh berawal dari informasi yang dilanjutkan penangkapan terhadap tersangka ARA pada Kamis (04/01/2024) malam.

 

” Dalam pemeriksaan, ARA mengaku telah membunuh dan memutilasi AP pada sekitar bulan Oktober 2023. Kebetulan pada bulan tersebut juga ditemukan jasad laki-laki tanpa kepala, telapak kaki dan telapak tangan di sungai belakang Rusunawa Buring 1 Kecamatan Kedungkandang yang hingga kini belum teridentifikasi identitasnya “.

 

AKP. Wasis juga menyampaikan juga bahwa tersangka mengaku selain membuang jasad AP ke sungai, ARA juga mengubur potongan kepala, kaki dan tangan di daerah Sawojajar Kecamatan Kedungkandang.

 

” Tadi siang tersangka kami minta untuk menunjukkan dimana menguburkan potongan tubuh dan benar juga ditempat tersebut kami menemukan potongan kepala “.

 

Wakasatreskrim mengungkapkan bahwa potongan kepala tersebut di serahkan ke bagian Forensik RS Saiful Anwar Kota Malang untuk memastikan apakah potongan kepala tersebut bagian dari penemua jasad di belakang Rusunawa Buring 1 pada Oktober 2023 lalu .

 

” Hingga saat ini kami belum bisa memastikan apakah potongan kepala ini benar bagian dari jasad yang ditemukan tanpa kepala, telapak kaki dan tangan pada Oktober lalu “. Ungkap AKP. Wasis.

 

Guna memastikan, pihak Satreskrim Polresta Malang Kota telah menghubungi korban AP untuk memastikan bahwa potongan kepala tersebut adalah milik almarhum AP. (Junaedi)

Tinggalkan Balasan