Tak Terima Disebut ” Ratu Psikopat ‘, Wanita asal Poncokusumo Beberkan Fakta Sebenarnya

Caption : ilustrasi perzinahan

 

MALANG JATIM | mataelangnusantara.com – Buntut viralnya pemberitaan di sebuah media online dan platform Tik Tok yang menyebutkan ada Ratu Psikopat yang berasal dari Poncokusumo Kabupaten Malang. Wanita berinisial A membeberkan fakta yang sebenarnya dibalik menyeruaknya kasus yang membelitnya. Selasa (28/11/2023)

 

Menurut A yang dapat ditemui oleh mataelangnusantara.com mengatakan bahwa dirinya tidak diterima jika dikatakan Ratu Psikopat. Dirinya juga merasa disudutkan oleh pemberitaan yang telah beredar luas dan telah menjadi konsumsi publik

 

” Penyebutan saya seorang ratu psikopat adalah sebuah upaya menjatuhkan harga diri dan martabat saya dan keluarga. Begitupula pemberitaan disebuah media yang terlalu menyudutkan saya, dan hingga saat ini tidak pernah pula dimintai klarifikasi ataupun di hubungi oleh media yang telah menyudutkannya tersebut “.

 

Wanita yang telah dikaruniai dua orang anak ini lantas membeberkan fakta yang terjadi prihal masalah yang sedang viral ini.

 

” Memang benar suami saya telah berzina dengan wanita yang berinisial P dan I, suami saya juga telah mengakuinya. Sedangkan prihal menyebarluaskan video terjadi karena sebelumnya dirinya bersama I dan disaksikan oleh orang tua I telah bersepakat jika masih terus berhubungan dengan S selaku suaminya. Dirinya akan menyebarkan video tersebut “.

 

A menyangkal menyebarkan video tersebut dilakukan secara sepihak, dari pengakuan A yang memulai masalah adalah I dahulu.

 

” Sebelum saya menyebar video tersebut, I dahulu yang menyebarkan foto suami saya saat berkencan dengannya dan juga menyebarkan berita kepada warga dikampung bahwa S telah beberapa kali berkencan dengannya. Tidak itu saja, I juga menyebarkan berita bohong kepada orang sekampung bahwa suami saya sering memberikan uang dan juga dibelikan HP oleh suami saya “.

 

Padahal faktanya, suami saya berkencan dengan I melalui aplikasi WeChat. Ketika berkencan disebuah homestay itulah tanpa sepengetahuan suami saya I memfoto dirinya bersama suami saya.

 

” Ini yang membuat saya geram dan marah, kenapa I menyebarkan foto dan berita bohong kepada warga. Padahal suami saya istilahnya pembeli sedangkan I adalah penjual, jadi tidak seharusnya I melakukan penyebaran tersebut “.

 

Wanita asal Poncokusumo ini berencana akan melaporkan I terkait penyebaran foto dan penyebaran berita maupun informasi bohong (hoax) ke Polres Malang. (Junaedi)

Tinggalkan Balasan