Terkait Adanya Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Dana BOS SMK 1 Sipirok Tahun 2022-2023, GKPK NAS Akan Laporkan ke APH 

Tapsel-Sumut//mataelangnusantara.com-Terkait dugaan penyalahgunaan anggaran dana Bos SMK 1 Sipirok tahun 2022-2023 yang antara lain:

1.Pada tanggal 1 maret 2022 tahap satu kepala sekolah menerima Bos sekira Rp 405.720 dan merealisasikan langganan daya dan jasa sekira Rp 36.160.100 dan pemeliharaan prasarana dan sarana Rp 43.122.000, pada tanggal 26 agustus 2022 tahap dua kepala sekolah menerima Bos sekira Rp 540.960.000 merealisasikan peserta didik baru sekira Rp 13.178.000 rupiah dan pengembangan perpustakaan sekira Rp 55.265.000 dan langganan daya dan jasa sekira Rp 35.790.000 rupiah dan pemeliharaan prasarana dan sarana sekira Rp 16.016.000 rupiah dan kemudian tahap tiga tanggal 12 oktober 2022 kepala sekolah menerima Bos sekira Rp 405.720.000 rupiah dan tahap satu tanggal 17 april 2023 kepala sekolah menerima Bos sekira Rp 712.087.000 rupiah dan tahap dua tanggal 25 juli 2023 sebesar Rp 713.160.000 rupiah.

Sesuai dengan hasil yang dan penilaian Tim GKPK NAS banyak menemukan kejanggalan dan fiktif kemudian surat melalui watshaf di pdf kan kepada kepala sekolah sudah dibaca.

 

Mhd Adnan Nasusution selaku ketua GKPK NAS PROVINSI SUMATERA UTARA mengatakan kepada awak media ini terkait pengelolaan anggaran dana BOS SMK 1 sipirok banyak ditemukan di dalam realisasi nya untuk itu kami tidak main main karena sudah merugikan keuangan negara dan murid ini akan kami lanjutkan proses hukum terhadap Kepala sekolah yang kami duga memperkaya pribadi dan dugaan penggelembungan harga atau Mark UP

Ketika kepala sekolah SMK 1 sipirok dikonfirmasi melalui watshaf mengatakan sedang berada di gunung tua dan pesan singkat pdf dilihat sudah dibaca dan terkesan menghindar sampai berita ini ditayangkan

(Marlis Sikumbang)

Tinggalkan Balasan