TPS 13,14,15 Aek Sabatang Kelurahan Rianiate Diduga Melakukan Kecurangan Atas Kendali Caleg Tertentu   

Tapsel-SUMUT//mata elang nusantara.com-Kecurangan pemilu 2024 disinyalir sarat dengan kejanggalan yakni adanya dugaan pengkondisian oleh oknum tertentu seperti yang terjadi di TPS 13,14,15 di dusun aek Sabatang Kelurahan Rianiate Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara, Rabu (14/02/2024)

 

Dari hasil investigasi dan informasi Tim di lapangan terkait adanya dugaan kecurangan dan intimidasi kepada masyarakat untuk meraih suara sebanyak banyaknya yang diduga dilakukan oleh seorang caleg RAHMAT Nst di dusun Aek sebatang Kelurahan Rianiate di TPS 13,14,15 dan pihak keamanan dari TNI Polri tidak ada dilokasi TPS maka dengan demikian dugaan kecurangan tersebut berjalan mulus

 

Ketika dikonfirmasi berapa masyarakat yang tidak mau disebutkan identitasnya mengatakan kepada awak media bahwa Selama ini sistem pemilu didaerah Aek sebatang Kelurahan Reniate memang seperti itu pemilu yang dikendalikan oleh Kepala suku dan oknum kepala lingkungan yang berinisial coki.

Lanjut dugaan adanya warga masyarakat yang mencoblos dua kali menurut pengakuan masyarakat dan tidak adanya teguran dari panitia TPS sehingga diduga kuat adanya kerjasama yang baik untuk melakukan kecurangan tersebut agar berjalan lancar untuk memenangkan salah satu caleg yakni RAHMAT Nst anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan, ungkapnya

 

Kecurangan tersebut akan segera dilanjutkan keranah hukum karena itu sudah melakukan pelanggaran hukum tentang pemilu.

 

Kemudian dugaan kecurangan tersebut akan dilaporkan ke bawaslu Kabupaten Tapanuli Selatan agar dilakukan pemilihan ulang dan meminta dugaan oknum DPRD tersebut harus diproses secara hukum yang berlaku serta menindak petugas panitia TPS agar dilakukan pemeriksaan terhadap dugaan persekongkolan kecurangan tersebut.

 

Ketika dikonfirmasi oleh awak media perihal tersebut kesalah satu orang panwas mengatakan bahwa Dugaan kecurangan tersebut seperti perpindahan kotak suara kerumah pak kepala lingkungan (keling) itu kesepakatan bersama tapi kotak suara dalam keadaan tidak terkunci maka dengan demikian diduga adanya kecurangan dan kejanggalan kejanggalan akan tetapi panwas terkesan menutupi masalah tersebut

Kemudian terkait petugas keamanan yang tidak ada dilokasi TPS kemudian esok harinya baru hadir dikantor lurah rianiate maka dengan demikian kesannya diduga ada persekongkolan dalam masalah tersebut(Marlis Sikumbang/Tim)

Tinggalkan Balasan